Alaku
Alaku
banner 728x250

MUSDA Perdana FSPP Bengkulu Tetapkan Zawawi Khatab Secara Aklamasi

banner 120x600

Bengkulu – Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan FSPP menggelar Musyawarah Daerah pertama tingkat Provinsi Bengkulu pada Minggu 8 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Balai UPTD Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan agenda utama konsolidasi organisasi dan penetapan kepemimpinan daerah.

Musyawarah ini tidak hanya diarahkan pada pemilihan ketua, tetapi juga menjadi forum perumusan program kerja strategis untuk memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Bengkulu.

banner 325x300

Sejumlah unsur menghadiri kegiatan tersebut, antara lain perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Bengkulu, unsur Polda Bengkulu dan Polres Kota Bengkulu, para pimpinan cabang FSPP kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, serta Ketua Federasi Serikat Pekerja Niaga Bank Jasa dan Asuransi Provinsi Bengkulu Drs Rinto Siregar.

Kehadiran lintas instansi dan organisasi serikat pekerja tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan perlindungan buruh tani sekaligus mempererat solidaritas antarserikat pekerja lintas sektor. Suasana kebersamaan terlihat kuat sepanjang musyawarah, mencerminkan kesamaan nasib dan tujuan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di lapangan.

MUSDA I FSPP Provinsi Bengkulu secara resmi dibuka oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Bengkulu Verama Putri. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya musyawarah daerah perdana tersebut sebagai langkah penting bagi konsolidasi organisasi.

“MUSDA ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, meluruskan arah perjuangan, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah. BPJS Ketenagakerjaan memiliki mandat memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.

Peran Federasi Serikat Pekerja, khususnya F.SPP, sangat strategis sebagai mitra dalam edukasi, advokasi, dan pengawasan pemenuhan hak-hak pekerja,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pekerja yang terlindungi jaminan sosial akan bekerja dengan lebih tenang dan produktif. Menurutnya, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan FSPP perlu terus diperkuat, tidak hanya dalam peningkatan kepesertaan, tetapi juga dalam membangun kesadaran akan pentingnya jaminan sosial sebagai fondasi keselamatan kerja. “Supayo pekerja kito dak lagi was-was pas begawe di kebun dan sawah,” imbuhnya.

Dalam forum musyawarah tersebut, Zawawi Khatab ditetapkan sebagai Ketua FSPP Provinsi Bengkulu melalui mekanisme aklamasi. Penetapan tanpa pemungutan suara ini mencerminkan dukungan penuh peserta MUSDA terhadap kepemimpinannya dan keyakinan terhadap visi perjuangannya bagi pekerja pertanian dan perkebunan.

Secara keseluruhan, MUSDA I FSPP Provinsi Bengkulu berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Kepengurusan yang terbentuk diharapkan mampu memperkuat posisi tawar buruh tani serta mendorong lahirnya kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada pekerja sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Bengkulu.

Semangat perjuangan buruh tani yang terarah dan terorganisir terasa kuat sepanjang jalannya musyawarah, menjadi penanda komitmen bersama dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja di Bumi Rafflesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *