Bengkulu – Pimpinan Unit Kerja Kecamatan Selebar bersama warga setempat berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Gudang Indomarco Prismatama Betungan pada kamis 9 Juli 2026. Aksi tersebut akan mengangkat sejumlah tuntutan terkait pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua Pimpinan Unit Kerja Kecamatan Selebar, Megi Widodo, dengan sekretaris Kamarudin. Massa yang diperkirakan hadir sekitar 100 orang yang berasal dari lingkungan sekitar gudang.
Koordinator lapangan, Andilala, mengatakan aksi dilakukan setelah upaya audiensi dengan pihak manajemen Indomarco Prismatama dinilai belum membuahkan hasil.
“Kami sudah beberapa kali berupaya menyampaikan surat permohonan audiensi kepada pihak manajemen, namun hingga saat ini belum memperoleh tanggapan. Karena itu, kami bersama warga memutuskan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung melalui aksi damai,” ujar Andilala.
Dalam aksi tersebut, warga akan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu:
- Meminta agar pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) diprioritaskan dan dikelola oleh warga di sekitar gudang.
- Meminta pihak manajemen lebih terbuka dan mudah ditemui untuk melakukan audiensi dengan masyarakat.
- Meminta adanya keterbukaan informasi mengenai proses tender atau mekanisme pengelolaan TKBM.
Menurut Andilala, warga berharap keberadaan gudang Indomarco Prismatama dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui kesempatan kerja di bidang bongkar muat.
“Kami berharap pihak manajemen dapat membuka ruang dialog dengan warga sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah dan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Hingga berita ini disusun, pihak manajemen Indomarco Prismatama Betungan belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi maupun tuntutan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memperoleh konfirmasi dan hak jawab sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Apabila telah diperoleh, tanggapan tersebut akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.
(AN)















