Alaku
Alaku
banner 728x250

Aksi di Depan Kantor Wali Kota, Aliansi Desak Solusi Jukir dan Beri Ultimatum 10 Hari untuk Alfamart

banner 120x600

BENGKULU — Suara rafflesia.com Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Bengkulu hari ini, Kamis (10/9/2026), menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Bengkulu. Aksi tersebut menyuarakan sejumlah persoalan pekerja, terutama terkait nasib juru parkir (jukir) serta polemik pengelolaan titik parkir di Kota Bengkulu.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama Pemerintah Kota Bengkulu dan pihak Alfamart untuk membahas aspirasi yang disampaikan Aliansi.

banner 325x300

Dalam rapat tersebut, Aliansi hadir sebanyak 8 orang dan dipimpin langsung Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Bengkulu, Rendra Ginting, SP.

Dari pihak Pemkot Bengkulu, Wali Kota Bengkulu diwakili Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, SST, M.Si, bersama Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Dra. Noni Yuliesti, MM. Sementara pihak Alfamart hadir melalui perwakilannya, Hendra.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah nasib jukir yang terdampak di Zona 6 Pasar Panorama. Aliansi meminta Pemkot Bengkulu melalui Bapenda mencarikan solusi konkret agar para jukir tetap memiliki kepastian untuk bekerja.

Selain itu, Aliansi juga meminta Bapenda mengakomodir titik parkir Zona 2 yang berada di depan Rumah Sakit Tiara Sella, yang sebelumnya menggunakan SPT lama atas nama Tatang.

Aliansi menilai persoalan titik parkir perlu ditata secara jelas dan transparan, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian para jukir serta potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Alfamart Diberi Waktu 10 Hari

Dalam rapat tersebut, Aliansi juga menyampaikan permohonan agar setiap gerai Alfamart memiliki titik parkir yang dapat dikelola secara jelas. Permintaan ini dinilai penting untuk memberikan ruang kerja bagi jukir sekaligus mendukung PAD Kota Bengkulu.

Ketua Aliansi, Rendra Ginting, SP, menegaskan pihaknya memberikan waktu 10 hari kepada pihak Alfamart untuk mengakomodir permohonan tersebut.

“Kami memberikan waktu 10 hari kepada pihak Alfamart untuk mengakomodir permohonan Aliansi. Kalau tidak diakomodir, kami akan kembali melakukan aksi di depan gudang Alfamart,” tegas Rendra.

Rendra menegaskan, Aliansi masih memberikan kesempatan kepada pihak Alfamart untuk menindaklanjuti permohonan tersebut melalui komunikasi dan koordinasi.

Namun, menurutnya, apabila dalam waktu yang diberikan tidak ada tindak lanjut yang jelas, Aliansi tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah lanjutan.

“Kami ingin ada solusi nyata, bukan hanya pembahasan. Nasib para jukir harus diperhatikan,” tegasnya.

Aliansi berharap Pemkot Bengkulu bersama Bapenda dapat mengawal penyelesaian persoalan tersebut, baik terkait jukir terdampak di Zona 6 Pasar Panorama, titik parkir Zona 2 di depan Rumah Sakit Tiara Sella atas nama Tatang, maupun persoalan titik parkir di gerai Alfamart.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *