Alaku
Alaku
banner 728x250

Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga dan Hambat Program Bedah Rumah di Pulau Enggano

banner 120x600

Bengkulu – Masyarakat Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, saat ini menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak pada sektor pertanian, transportasi, hingga pelaksanaan program pembangunan rumah bagi masyarakat.

 

banner 325x300

Menurut sejumlah warga, ketiadaan BBM membuat kendaraan roda dua maupun roda empat yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen, terutama pisang dari kebun, tidak dapat beroperasi. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat menjadi terhambat.

 

Selain mempengaruhi sektor pertanian, kelangkaan BBM juga berdampak pada pelaksanaan program bedah rumah. Material bangunan seperti pasir dan batu yang harus diangkut menggunakan kendaraan tidak dapat didistribusikan ke lokasi pembangunan karena tidak tersedia bahan bakar.

 

“Sebagian pekerjaan pembangunan rumah terpaksa dihentikan sementara karena kendaraan pengangkut material tidak dapat beroperasi akibat tidak adanya BBM,” ujar salah seorang warga.

 

Warga mengaku telah beberapa kali mendatangi SPBU dengan harapan masih dapat memperoleh satu hingga dua liter BBM untuk kebutuhan mendesak. Namun, hingga kini stok BBM dilaporkan benar-benar habis sehingga masyarakat harus pulang tanpa mendapatkan bahan bakar.

 

Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, pasokan BBM yang semula diharapkan segera tiba mengalami penundaan. Warga menyebut penundaan tersebut diduga berkaitan dengan pengiriman alat berat jenis ekskavator ke Pulau Enggano untuk mendukung program pembukaan lahan cetak sawah di Desa Banjarsari. Namun, informasi tersebut masih perlu mendapat konfirmasi dari pihak berwenang.

 

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena berbagai aktivitas penting, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga mendukung pembangunan rumah, tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak penyalur BBM, dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi BBM ke Pulau Enggano kembali normal. Warga menilai kepastian pasokan bahan bakar sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi, transportasi, dan pembangunan yang tengah berlangsung dapat kembali berjalan.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Enggano serta jadwal pasti kedatangan distribusi berikutnya.

Biro Suara Raflesia

Kepulauan Enggano Muclis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *