BENGKULU – Proyek preservasi Jalan Nasional ruas Sebakul–Betungan, tepatnya sekitar 150 meter dari SPBU Air Sebakul menuju Betungan, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah titik yang diduga mengalami kerusakan meski proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan.
Ketua Organisasi Gerakan Belah Tanah Adat (Garbeta) Kota Bengkulu, Supli Hayadi, mengatakan pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan menemukan beberapa bagian jalan yang mengalami keretakan, penurunan badan jalan, serta gelombang pada permukaan rigid beton.
“Kami turun langsung ke lapangan dalam beberapa hari terakhir. Dari hasil pemantauan, terdapat beberapa titik yang mengalami keretakan, penurunan badan jalan, dan permukaan yang bergelombang. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar Supli Hayadi, Senin (4/5/2026).
Menurut Supli, sejumlah pengguna jalan juga menyampaikan keluhan terkait kondisi ruas Sebakul–Betungan. Selain permukaan jalan yang dinilai kurang nyaman dilalui, genangan air saat hujan disebut masih kerap terjadi di beberapa titik.
“Keluhan dari masyarakat cukup banyak. Mereka berharap jalan nasional ini segera diperbaiki agar lebih aman dan nyaman dilalui,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas Air Sebakul- Betungan merupakan bagian dari pekerjaan preservasi jalan nasional dengan panjang penanganan sekitar 5,35 kilometer, meliputi pelebaran jalan dan pembangunan rigid beton selebar tujuh meter. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Supli meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan apabila ditemukan kerusakan yang terjadi sebelum berakhirnya masa pemeliharaan.
“Kalau memang terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, tentu harus segera diperbaiki sesuai ketentuan kontrak. Ini merupakan proyek yang menggunakan anggaran negara sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga menilai aspek pengawasan teknis, kualitas material, serta sistem drainase perlu dievaluasi agar kerusakan tidak semakin meluas.
Garbeta mendesak BPJN Bengkulu segera melakukan evaluasi lapangan dan memastikan seluruh kerusakan diperbaiki sebelum proses serah terima akhir pekerjaan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Dr.Zepnat Kambu,ST,MT. belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan
Masyarakat berharap apabila ditemukan kerusakan pada hasil pekerjaan, perbaikan dapat segera dilakukan sehingga ruas Jalan Nasional Sebakul–Betungan tetap aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh pengguna jalan.
( Tim.)















