Alaku
Alaku
banner 728x250

BBM Langka di Pulau Enggano, Warga Antre Panjang, Minta Pemerintah Segera Bertindak

banner 120x600

Enggano, Jumat, 3 Juli 2026 – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, semakin dikeluhkan masyarakat. Warga tampak mengantre panjang di tempat pengisian BBM yang berada di Desa Malakoni untuk mendapatkan bahan bakar.

 

banner 325x300

Berdasarkan keterangan warga, tanda-tanda kelangkaan BBM sudah mulai dirasakan sejak sekitar sepekan terakhir. Pasokan yang semakin terbatas membuat pembelian BBM dibatasi. Jika sebelumnya satu kendaraan roda empat dapat mengisi hingga 10 liter, kini hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 liter. Bahkan pada Jumat (3/7/2026), stok BBM dilaporkan benar-benar habis.

 

Muklis, warga Desa Banjarsari, mengatakan kondisi tersebut telah menghambat aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap perekonomian di Pulau Enggano.

 

“Sudah sekitar seminggu ini mulai terasa kelangkaannya. Biasanya satu mobil bisa mengisi hingga 10 liter, namun karena stok terbatas hanya diperbolehkan membeli 5 liter. Hari ini BBM benar-benar kosong,” ujar Muklis.

 

Menurut Muklis, kelangkaan BBM juga berdampak pada kenaikan harga BBM eceran. Ia menyebut harga Pertalite yang dijual secara eceran di Pulau Enggano kini mencapai sekitar Rp15 ribu per liter.

 

Muklis berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan tersebut agar distribusi BBM kembali normal.

 

“Kami berharap kepada pemerintah dan pihak terkait agar persoalan kelangkaan BBM ini segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan perekonomian di Pulau Enggano tetap stabil. Jika kondisi ini terus terjadi seperti sekarang, jelas masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.

 

Muklis juga berharap penyebab kelangkaan BBM dapat segera diketahui. Menurutnya, apabila terdapat kendala dalam distribusi maupun dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM, ia meminta agar hal tersebut ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Harapan kami persoalan ini segera mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah serta pihak terkait. Yang terpenting, pasokan BBM kembali normal sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan dan roda perekonomian di Pulau Enggano dapat kembali stabil,” tutup Muklis.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan BBM di Pulau Enggano maupun langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kondisi tersebut.

(Idrus Kahwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *