Bengkulu, 17 Maret 2026 – Impian warga Desa Banjarsari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk menikmati air bersih dari proyek air baku yang dibangun pada tahun 2022, kembali pupus. Pasalnya, hingga saat ini, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan akibat kerusakan pipa saluran air yang terputus saat pembangunan siring jalan oleh PT Rimbo Peraduan pada tahun 2023.
Kemarau yang melanda semakin memperparah kondisi, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kekecewaan dan kemarahan warga pun memuncak, menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
Menurut pengurus air baku, Jalil, kerusakan pipa terjadi saat PT Rimbo Peraduan membangun jalan desa pada tahun 2023. Ironisnya, Jalil justru menyuruh awak media Suara Rafflesia untuk memberitakan masalah ini, karena menurutnya, kerusakan bukan tanggung jawab PT Bugis Manna yang membangun air baku. “PT Rimbo Peraduan yang harus bertanggung jawab memperbaiki kerusakan ini,” tegas Jalil.
Namun, hingga tahun 2026, belum ada itikad baik dari PT Rimbo Peraduan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Akibatnya, air baku yang seharusnya menjadi solusi bagi masalah air bersih di Desa Banjarsari, kini hanya menjadi monumen ketidakpedulian dan saling lempar tanggung jawab.
Masyarakat Desa Banjarsari sangat kecewa dengan kondisi ini. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini, dan menuntut PT Rimbo Peraduan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang telah terjadi. Jika tidak ada tindakan nyata, bukan tidak mungkin kekecewaan warga akan berujung pada aksi protes yang lebih besar.
( ASR)















