Alaku
Alaku
banner 728x250

10 September, Target 1.000 Buruh Siap Kepung Kantor Wali Kota Bengkulu, Tuntut Hak Jukir Zona 6 dan 160 Jukir Terdampak di Alfamart

banner 120x600

BENGKULU — Persoalan pengelolaan parkir di Kota Bengkulu mulai memanas. Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu menargetkan 1.000 massa turun aksi pada 10 September 2026 dan mendatangi Kantor Wali Kota Bengkulu.

Aksi tersebut digelar untuk memperjuangkan hak para juru parkir serta mendesak Pemerintah Kota Bengkulu memberikan penyelesaian terhadap persoalan pengelolaan parkir, khususnya Zona 6.

banner 325x300

Ketua Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu, Rendra Ginting, SP, mengatakan, hingga Minggu, 6 September 2026, konsolidasi massa terus dimatangkan.

Menurut Rendra, saat ini sedikitnya 500 orang telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam aksi. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 1.000 orang pada hari pelaksanaan.

Salah satu tuntutan utama aliansi adalah agar pengelolaan parkir Zona 6 dikembalikan kepada pemilik SPT sebelumnya. Mereka menilai persoalan tersebut perlu segera diselesaikan karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pekerjaan para juru parkir.

Selain persoalan Zona 6, aliansi juga menyoroti nasib sekitar 160 juru parkir yang disebut terdampak dan tidak dapat lagi bekerja sebagai juru parkir di gerai Alfamart.

Menurut pihak aliansi, kondisi tersebut telah berdampak terhadap mata pencaharian para juru parkir. Karena itu, persoalan 160 jukir tersebut menjadi salah satu poin yang akan dibawa dalam aksi 10 September.

Sebelumnya, Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu mengaku telah menyurati Komisi III DPRD Kota Bengkulu untuk meminta perhatian dan penyelesaian atas persoalan tersebut.

Namun, hingga Minggu, 6 September 2026, Rendra menyebut belum ada respons dari Komisi III DPRD Kota Bengkulu.

Situasi itu membuat konsolidasi aksi terus digenjot. Dari sedikitnya 500 massa yang telah menyatakan kesiapan, aliansi menargetkan jumlah peserta mencapai 1.000 buruh dan pekerja.

Mereka akan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari persoalan pengelolaan parkir Zona 6, permintaan pengembalian kepada pemilik SPT sebelumnya, hingga nasib 160 juru parkir yang disebut terdampak di Alfamart.

Aksi 10 September tersebut kini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu untuk memberikan penjelasan serta solusi konkret terhadap persoalan yang disuarakan para pekerja.

Jika tidak ada penyelesaian, target 1.000 massa tersebut siap menjadikan Kantor Wali Kota Bengkulu sebagai titik perjuangan untuk menuntut kejelasan hak para juru parkir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *