Alaku
Alaku
banner 728x250

Gagal Panen Akibat Pupuk Terlambat, Petani Malakoni Tuntut Ganti Rugi.

banner 120x600

Bengkulu, 18 Februari 2026, SuaraRafflesia.com – Para petani di Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami gagal panen tahap pertama akibat keterlambatan distribusi pupuk. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang menuntut pemerintah daerah bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi.Menurut keterangan sejumlah petani, keterlambatan distribusi pupuk telah berlangsung sejak awal musim tanam hingga padi berumur dua bulan. Akibatnya, tanaman padi yang menjadi sumber utama penghidupan mereka tidak dapat tumbuh dengan baik, menyebabkan kerugian besar. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tanpa pupuk yang cukup, hasil panen kami jauh dari harapan,” ujar iwan seorang petani dengan nada kecewa. Ia menambahkan, “Bayangkan, Pak, empat hektar yang saya tanam menguning semua karena tidak ada pupuk. Saya sangat kecewa kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Deden selaku penyuplai pupuk, tidak sesuai dengan janji!”
Awak media Suara Rafflesia langsung mengkonfirmasi Deden selaku penyuplai pupuk. Dengan santai, Deden menjawab, “Itu biasa terlambat. Dari mana ruginya petani itu? Bibit saja dari pemerintah, dan pupuknya juga ada di gudang. Kalau masalah terlambat, itu biasa.”

Masyarakat Desa Malakoni mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka menuntut adanya evaluasi terhadap sistem distribusi pupuk dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Selain itu, mereka juga menuntut ganti rugi atas kerugian yang telah mereka alami akibat gagal panen ini.

banner 325x300


Awak Media Suara Rafflesia berusaha menghubungi Kepala Desa Malakoni Tedy Sunardi,SE,lewat telepon tidak dapat dihubungi,alias diluar jangkauan.
Dengan air mata kekecewaan yang membasahi bumi Malakoni, para petani berharap suara mereka tidak hanya menjadi angin lalu. Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak, bukan hanya dengan janji, tetapi dengan solusi nyata yang dapat mengembalikan senyum di wajah para petani dan menghidupkan kembali harapan akan panen yang lebih baik.
(ASR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *