Alaku
Alaku
banner 728x250

Herwin Kauno Hadiri Audiensi di Kantor Gubernur Bahas Ganti Rugi Dampak Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai

banner 120x600

Selasa, 23 Juni 2026 – Bengkulu – Tokoh masyarakat Enggano, Herwin Kauno, menghadiri audiensi di Kantor Gubernur Bengkulu yang membahas evaluasi dampak pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai sekaligus tuntutan ganti rugi bagi masyarakat terdampak.

 

banner 325x300

Audiensi tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap dampak sosial dan ekonomi akibat pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai.

 

Meski saat ini alur pelayaran telah kembali normal dan dapat dilalui kapal, masyarakat Enggano masih merasakan dampak ekonomi dari gangguan yang terjadi pada periode Maret hingga April 2025.

 

Herwin menyebut, selama masa tersebut aktivitas pelayaran terganggu sehingga distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok terhambat. Kondisi itu menyebabkan perekonomian sekitar 4.000 warga Enggano sempat lumpuh, dengan sejumlah hasil panen dilaporkan rusak dan tidak dapat dipasarkan.

 

Ia juga menilai keterlambatan penanganan, termasuk lambatnya pengerahan kapal keruk, memperburuk dampak pendangkalan yang terjadi.

 

“Dalam waktu dekat kami akan meminta pertanggungjawaban dan ganti rugi kepada pemerintah terkait dan Pelindo atas kerugian masyarakat Enggano,” ujar Herwin Kauno.

 

Menurutnya, meskipun kondisi alur sudah kembali normal, kerugian masyarakat tidak dapat diabaikan karena dampaknya berlangsung selama berbulan-bulan dan memberikan tekanan pada kondisi ekonomi warga secara luas.

 

Herwin menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perjuangan masyarakat untuk memperoleh keadilan atas kerugian yang timbul akibat terganggunya akses transportasi laut.

 

Audiensi evaluasi dampak pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai tahun 2025 tersebut digelar di Kantor Gubernur Bengkulu pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan masyarakat Enggano, Teluk Sepang, Padang Kuas, dan Timur Indah.

 

Dari unsur pemerintah hadir Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, pihak Pelindo, serta ASDP. Turut hadir pula akademisi dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan Universitas Bengkulu (UNIB) yang memberikan pandangan terkait dampak serta penanganan pendangkalan alur pelayaran.

 

Pertemuan tersebut membahas dampak pendangkalan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut di wilayah Bengkulu.

 

Hingga kini, masyarakat Enggano berharap adanya perhatian serius berupa ganti rugi dari pemerintah dan Pelindo atas kerugian ekonomi yang mereka alami selama terdampak pendangkalan alur pelabuhan.

Anthonius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *