Bengkulu – Keterbatasan armada Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) di Provinsi Bengkulu dikeluhkan masyarakat. Minimnya jumlah armada membuat sebagian penumpang terpaksa menggunakan jasa travel dengan tarif yang dinilai lebih mahal dibandingkan angkutan umum.
Berdasarkan pantauan awak media di Terminal Air Sebakul, Kota Bengkulu, Rabu (1/7/2026), aktivitas terminal tampak sepi dari armada AKDP. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada terbatasnya pilihan transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian ke sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu.
Salah satu layanan yang menjadi sorotan adalah armada Damri yang melayani rute Bengkulu–Mukomuko, Bengkulu–Kaur, dan Bengkulu–Muar Aman. Menurut keterangan petugas Damri, keterbatasan jumlah kendaraan menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
Seorang petugas Damri menjelaskan, pada salah satu rute hanya tersedia satu unit bus. Akibatnya, jadwal keberangkatan tidak dapat dilakukan setiap hari karena armada harus menyelesaikan perjalanan pulang pergi terlebih dahulu.
«”Keberangkatan menjadi terkendala karena mobil hanya satu. Kalau berangkat ke Kaur, harus menunggu kendaraan itu kembali dulu. Bus juga harus menginap di sana untuk mengangkut penumpang dari Kaur,” ujar petugas Damri kepada awak media.»
Petugas tersebut berharap pemerintah dapat menambah jumlah armada agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
«”Minimal ada dua armada untuk satu jurusan sehingga pelayanan bisa lebih maksimal,” tambahnya.»
Harapan serupa juga disampaikan masyarakat yang menggunakan jasa Damri. Mereka menginginkan penambahan armada serta jadwal keberangkatan yang lebih rutin sehingga memiliki pilihan transportasi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Salah seorang penumpang Damri mengatakan, keterbatasan jadwal keberangkatan membuat masyarakat kerap terpaksa menggunakan jasa travel yang tarifnya lebih tinggi.
«”Saya berharap keberangkatan Damri bisa setiap hari sehingga kami tidak perlu mengeluarkan ongkos yang lebih besar untuk naik travel,” ujarnya.»
Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mengevaluasi kebutuhan transportasi umum di Provinsi Bengkulu dengan menambah armada AKDP. Penambahan armada dinilai penting untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi antarwilayah, menekan biaya perjalanan masyarakat, serta memberikan pelayanan angkutan umum yang lebih baik.
(AN)















