BENGKULU UTARA — Pulau Enggano mulai mencuri perhatian dalam penjajakan investasi di tingkat nasional. Potensi energi terbarukan melalui PLTS Enggano serta rencana pengembangan Pabrik Tepung Pisang Enggano menjadi salah satu peluang strategis yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kepada calon investor.
Peluang tersebut mengemuka dalam APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini diikuti Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua UMKM Enggano, Zakaria, turut hadir ke Tangerang. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membawa perspektif pelaku usaha dan potensi ekonomi masyarakat Enggano dalam penjajakan kerja sama investasi.
PLTS dan Pabrik Tepung Pisang Jadi Andalan
Dalam enam sesi business matching yang difasilitasi, tercatat delapan Letter of Intent (LoI) dengan enam calon mitra potensial dari dalam dan luar negeri, termasuk Pakistan.
Salah satu penjajakan yang mendapat perhatian adalah pengembangan PLTS Enggano dan Pabrik Tepung Pisang Enggano. Calon investor menunjukkan ketertarikan untuk melakukan pendalaman proyek serta merencanakan kunjungan lapangan ke Enggano.
Hal ini menjadi peluang penting bagi Enggano. Sebab, investasi tidak hanya diharapkan menghadirkan modal, tetapi juga mampu memperkuat infrastruktur ekonomi, membuka lapangan usaha dan meningkatkan nilai tambah komoditas masyarakat.
Khusus pengembangan pabrik tepung pisang, peluang hilirisasi menjadi sangat penting. Komoditas pisang Enggano yang selama ini berpotensi dipasarkan sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.
UMKM Enggano Harus Jadi Bagian dari Investasi
Kehadiran Ketua UMKM Enggano Zakaria dalam forum tersebut juga menjadi sinyal bahwa pengembangan investasi di Enggano diharapkan tidak berjalan sendiri.
Pelaku UMKM dan masyarakat lokal harus menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk. Mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, produksi hingga pemasaran.
Dengan pola tersebut, investasi yang masuk ke Enggano diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pulau tersebut.
Peluang Enggano Semakin Terbuka
Selain sektor Enggano, penjajakan investasi juga mencakup energi, agroindustri, hilirisasi sawit, karet dan kelapa, perdagangan serta infrastruktur.
Bahkan terdapat komitmen trial order ekspor daun pisang sebanyak satu kontainer 40 feet. Sementara pengembangan Pelabuhan Internasional Ketahun menjadi salah satu peluang untuk memperkuat konektivitas dan mendukung arus perdagangan komoditas Bengkulu.
Hasil business matching tersebut diharapkan tidak berhenti pada LoI. Pemerintah daerah bersama KPwBI perlu terus mengawal prosesnya hingga masuk pada tahap realisasi.
Forum lanjutan seperti Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dengan investor.
Kini Enggano mulai dilirik. PLTS, pabrik tepung pisang dan potensi komoditas lokal menjadi pintu masuk investasi. Tantangannya adalah memastikan ketertarikan investor tersebut benar-benar berubah menjadi investasi nyata yang membuka peluang usaha, memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Enggano.







