BENGKULU – Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) Provinsi Bengkulu menggelar rapat konsolidasi organisasi, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung di Sekretariat KSPSI Provinsi Bengkulu, Jalan Van Iskandar Baksir RT 05 RW 02, Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Rapat konsolidasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus melakukan penataan kepengurusan agar ke depan FSP KEP Provinsi Bengkulu dapat menjalankan roda organisasi secara lebih aktif dan efektif.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua FSP KEP Provinsi Bengkulu Amirudin, SH, didampingi Wakil Sekretaris Anwar Malik.
Dalam forum diskusi, para peserta membahas berbagai hal terkait keberlangsungan organisasi. Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah, peserta rapat akhirnya menyepakati pembentukan kepengurusan FSP KEP Provinsi Bengkulu yang baru.
Kepengurusan yang telah disepakati tersebut selanjutnya diberikan mandat untuk segera menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan caretaker FSP KEP Provinsi Bengkulu untuk masa bakti 2026.
Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua DPD KSPSI AGN Provinsi Bengkulu Zawawi Khatab. Dalam arahannya, Zawawi mengingatkan agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi sesuai AD/ART serta terus memperkuat perjuangan dalam membela hak dan kepentingan kaum buruh, khususnya pekerja di sektor Kimia, Energi dan Pertambangan.
Zawawi juga berharap pengurus yang baru dapat menjaga soliditas, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota serta lebih aktif turun ke lapangan dalam menyerap berbagai persoalan yang dihadapi pekerja.
“Selamat kepada pengurus baru. Jaga soliditas, aktif turun ke lapangan, dan jadikan kantor ini sebagai rumah perjuangan kita bersama,” tegas Zawawi.
Menurutnya, konsolidasi organisasi merupakan bagian penting dalam memastikan keberadaan serikat pekerja tetap berjalan sesuai tujuan organisasi dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, FSP KEP Provinsi Bengkulu diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan peran organisasi secara profesional, sekaligus menjadi wadah perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan buruh, khususnya di sektor Kimia, Energi dan Pertambangan.















